Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Istana Izinkan PKI di Indonesia

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang berinisial LES yang diduga melakukan tindak pidana penyebaran berita tidak benar atau hoaks pada Jumat (5/7).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan LES merupakan pemilik akun media sosial dengan nama Lutfhie Eddy.

“Tersangka menyebarkan dan mengirimkan postingan melalui akun Whatsapp dan Facebook miliknya,” kata Dedi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (10/7).

Dedi menjelaskan LES menyebarkan hoaks istana telah meresmikan PKI boleh di Indonesia melalui group whatsapp joglo semar gugat.

Lalu, di akun facebooknya, LES unggah gambar dengan keterangan “Dokter ini salah apa??? #PoliTIKUS dan #penDUNGU pendukung Jokopet sudah hilang akal sehat dan #INAelectionObserverSOS #MATINYA demokrasi #MEMALUKAN!!!!

Dia menyebut tujuan LES yakni sebagai bentuk dukungan untuk salah satu calon presiden dan wakil presiden di perhelatan Pilpres 2019.

“Barang bukti yang diamankan antara lain satu buah Handphone merk samsung S9 warna dan satu buah Simcard,” ucapnya.

Atas perbuatannya itu, LES dikenai Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 tentang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 dan atau Pasal 14 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

“Ancaman hukuman pidana enam tahun penjara dengan denda paling banyak Rp 1 miliar,” jelasnya.